Menggali Karakter dan Kemandirian: SMAN 19 Surabaya Gelar Penerimaan Tamu Ambalan 2025

Surabaya, 26–27 September 2025 — SMAN 19 Surabaya sukses melaksanakan kegiatan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) Pangeran Sambernyowo dan Putri Galuh Candra Kirana Pangkalan SMAN 19 Surabaya Gugusdepan 13.057 – 13.058 Tahun 2025. Kegiatan perkemahan dua hari yang berpusat di lingkungan sekolah ini menjadi wadah tempaan karakter, menguji kemandirian, serta memperkuat nilai-nilai kedisiplinan dan kepemimpinan sesuai dengan kode kehormatan Pramuka.


Hari Pertama: Paduan Spiritual, Fisik, dan Edukasi
Jumat, 26 September, menjadi hari yang padat dan berkesan bagi seluruh peserta. Kegiatan diawali dengan penguatan spiritual pada pukul 06.30 WIB melalui Doa Bersama dan Sarapan di Kelas bersama wali kelas, menumbuhkan rasa kebersamaan dan syukur. Setelah Apel Pembukaan PTA yang meriah, agenda dilanjutkan dengan tantangan fisik dan kerjasama, yaitu Pendirian Tenda untuk tapak kemah.

Menjelang siang, para peserta menerima bekal ilmu melalui Materi Kepramukaan yang disampaikan oleh Kak Nunuk dan Kak Yusak. Pukul 11.30 WIB menjadi waktu krusial untuk melaksanakan Sholat Jumat Berjamaah dan IMTAQ, memastikan aspek spiritual tetap menjadi fondasi utama kegiatan.Sore hari diisi dengan kegiatan yang menguji keterampilan teknis, seperti Pioneering, diikuti dengan rangkaian persiapan dan ISHOMA menjelang malam.

Malam Puncak: Kehangatan Api Unggun dan Semarak Apresiasi Seni Nusantara
Puncak acara di malam hari diisi dengan upacara yang sarat makna, yakni Upacara Pembukaan Api Unggun.

Setelah nyala api berkobar, suasana perkemahan berubah menjadi panggung kebersamaan dan kreativitas dengan digelarnya Apresiasi Seni Nusantara. Para peserta Ambalan menunjukkan kekayaan dan keragaman budaya Indonesia melalui beragam sajian. Penampilan meliputi nyanyian yang membangkitkan semangat, tarian daerah yang anggun dan dinamis, pertunjukan flashmob yang energik dan penuh kekompakan, hingga atraksi kesenian tradisional seperti silat yang memukau dan menguji ketangkasan.

Keindahan Api Unggun yang menyala terang bersamaan dengan gelora penampilan seni ini menjadi momen puncak perayaan, memperkuat rasa cinta tanah air dan persaudaraan di antara calon anggota Ambalan. Seluruh rangkaian kegiatan di hari pertama kemudian ditutup dengan waktu istirahat malam yang disebut “Bermimpi di pulau kapuk”.

Hari Kedua: Disiplin, Gotong Royong, dan Penghargaan
Sabtu, 27 September, dimulai dengan kedisiplinan tinggi. Pukul 04.00 WIB peserta sudah bersiap untuk Sholat Subuh Berjamaah. Dilanjutkan dengan Senam Pagi Bersama dan Giat Pribadi pada pukul 05.00 WIB untuk menjaga kebugaran dan kebersihan diri.

Setelah sarapan, fokus beralih pada tanggung jawab lingkungan. Seluruh peserta bergotong royong dalam Pembongkaran Tenda dan Pembersihan Area, memastikan area perkemahan bersih dan rapi. Kegiatan ditutup dengan Apel Penutupan PTA yang dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB. namun sebelumya peserta menjahit badge gugus depan dengan menggunakan benang dan jarum yang sebelumnya sudah di bawa dalam perlengkapan mereka.

Penghargaan Sanggah Terbaik
Sebagai penutup yang manis, dalam Apel Penutupan PTA juga dilaksanakan Awarding Sanggah Terbaik. Penghargaan ini diberikan kepada Sanggah (kelompok) yang menunjukkan kekompakan, kedisiplinan, kreativitas, dan semangat gotong royong tertinggi selama dua hari kegiatan. Penganugerahan ini diharapkan dapat memacu semangat para siswa untuk senantiasa menjadi pribadi yang unggul dan berkontribusi positif.