Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMAN 19 Surabaya: Membangun Fondasi Awal Generasi Unggul dan Berkarakter

Surabaya, 20 Juli 2025 – Gerbang SMAN 19 Surabaya kembali menyambut wajah-wajah baru penuh asa dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). SMAN 19 Surabaya berkomitmen penuh untuk tidak hanya memperkenalkan lingkungan fisik sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai fundamental, membekali wawasan kritis, serta membangun semangat kebersamaan yang akan menjadi fondasi kokoh bagi para siswa baru dalam mengarungi jenjang pendidikan menengah atas. Setiap hari dirancang dengan cermat untuk memastikan pengalaman MPLS yang mendalam dan berkesan.

Hari 1: Sambutan Hangat, Fondasi Kedekatan, dan Bekal Moral

MPLS diawali dengan Apel Pembukaan yang sarat makna, bertempat di lapangan utama sekolah. Suasana khidmat dan penuh harapan terpancar dari barisan rapi seluruh siswa baru yang mengenakan seragam kebanggaan. Sambutan hangat dan arahan inspiratif dari panitia MPLS menjadi penanda resmi dimulainya babak baru bagi mereka, sebuah momen penyambutan yang terorganisir rapi dan penuh keakraban. Ini adalah jabat tangan pertama antara sekolah dan para calon pemimpin masa depan.

Usai apel, suasana bergeser menjadi lebih akrab saat peserta kembali ke ruang gugus masing-masing. Di sinilah, dinding-dinding kelas menjadi saksi bisu terjalinnya perkenalan pertama. Dengan panduan kakak pendamping yang ramah dan energik, mereka diajak dalam serangkaian aktivitas ringan namun efektif dalam mencairkan suasana. Permainan kecil dan sesi berbagi cerita pribadi dilakukan untuk membantu setiap individu mengenal teman-teman satu gugus, memecah kecanggungan, dan membangun kedekatan emosional. Tujuan utamanya adalah membentuk tim yang solid, memupuk komunikasi yang baik, dan menumbuhkan rasa memiliki dalam kelompok kecil mereka.

Sesi kemudian dilanjutkan di Aula Atas SMAN 19 Surabaya, sebuah ruangan yang akan menjadi saksi banyak pertemuan penting mereka di masa depan. Acara dibuka oleh MC dari seksi acara, yang dengan lugas mengarahkan jalannya sesi. Materi pertama yang disajikan oleh Bapak Wahyu Nursasi, S.Pd., memperkenalkan secara mendalam profil SMAN 19 Surabaya, mulai dari sejarah, visi, dan misi yang menjadi kompas sekolah, hingga pengenalan para stakeholder penting. Peserta diajak untuk memahami nilai-nilai inti yang dipegang teguh oleh SMAN 19 Surabaya sebagai identitas dan arah gerak.

Pentingnya pembekalan moral dan kewaspadaan sosial ditekankan dalam materi kedua yang disampaikan oleh perwakilan dari Polsek Kenjeran. Dengan bahasa yang mudah dicerna namun tegas, topik-topik krusial seperti pencegahan kekerasan (termasuk bullying), bahaya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya), ancaman judi online, dan penguatan nilai kebangsaan dibahas tuntas. Sesi ini membekali peserta dengan wawasan penting tentang risiko penyimpangan sosial yang marak di kalangan generasi muda, serta menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga nilai-nilai moral dan kebangsaan sebagai benteng diri. Ini adalah fondasi pertama bagi siswa untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab.

Hari 2: Menjelajahi Lingkungan Belajar dan Menumbuhkan Kesadaran Diri

Hari kedua MPLS dibuka dengan agenda yang dinanti-nanti: School Tour, sebuah perjalanan eksplorasi ke setiap sudut SMAN 19 Surabaya. Peserta diajak berkeliling sekolah, mengunjungi ruang-ruang penting seperti laboratorium sains yang modern, aula serbaguna, perpustakaan yang menyimpan ribuan ilmu, hingga area OSIS sebagai pusat aktivitas siswa. Didampingi oleh kakak pendamping, mereka mendapatkan penjelasan komprehensif mengenai fungsi dan aturan penggunaan di setiap area. Kegiatan ini sangat membantu peserta baru untuk lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya yang luas dan beragam.

Kembali di Aula Atas, MC membuka sesi materi yang kedua. Ibu Dra. Niniek Tri Rachmani kemudian menyampaikan materi tentang Sarana dan Prasarana (Sarpras) sekolah. Materi ini dirancang untuk memperkenalkan denah sekolah secara detail, tata letak ruangan, serta aksesibilitas berbagai fasilitas yang tersedia. Peserta diharapkan tidak hanya mengetahui fasilitas yang ada, tetapi juga memahami cara menggunakannya dengan bijak dan bertanggung jawab.

Setelah menyerap materi yang cukup padat, peserta diberi waktu istirahat singkat yang sangat dibutuhkan di aula. Momen ini dimanfaatkan untuk makan, minum, dan berbincang santai, memberikan ruang bagi mereka untuk menyegarkan pikiran sebelum kembali ke sesi berikutnya. Panitia juga menggunakan waktu ini dengan efisien untuk mempersiapkan narasumber dan materi selanjutnya.

Sesi penting berikutnya membahas topik-topik krusial bagi perkembangan remaja. Materi ini disampaikan oleh tim pengajar dan narasumber dari berbagai latar belakang, yang secara spesifik membahas pencegahan isu pornografi, bahaya pergaulan bebas, risiko pernikahan usia dini, hingga penegasan komitmen melalui perjanjian anti-bullying. Materi ini sangat relevan dan penting untuk membangun karakter siswa yang sadar akan lingkungan sosialnya, bijak dalam bersikap, dan bertanggung jawab terhadap pilihan hidupnya. Diharapkan peserta dapat menyerap nilai-nilai positif dari sesi ini untuk menjadi pribadi yang lebih berintegritas.

Sesi terakhir di hari kedua dibawakan oleh Ibu Nur Handayani, S.Ag., M.Pd.I. Beliau menjelaskan secara rinci tentang budaya disiplin yang dijunjung tinggi di SMAN 19 Surabaya, aturan-aturan yang berlaku, serta konsekuensi jika terjadi pelanggaran. Materi ini bertujuan untuk menanamkan sikap disiplin dan tanggung jawab dalam diri peserta, yang merupakan pondasi penting dalam mengikuti proses belajar mengajar. Pengetahuan tentang tata tertib ini menjadi kunci untuk menjaga ketertiban, kenyamanan, dan suasana kondusif bagi seluruh warga sekolah.

Hari 3: Mengembangkan Potensi Diri dan Memahami Arah Pendidikan

MPLS Hari ketiga dibuka dengan serangkaian kegiatan penyemangat di ruang gugus masing-masing. Dimulai dengan doa bersama, pembacaan visi sekolah yang membakar semangat, dan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” serta “Mars Smanexix” yang membangkitkan rasa memiliki. Kemudian dilanjutkan dengan senam “Anak Indonesia Sehat” yang menyegarkan tubuh dan pikiran, menyiapkan mereka untuk sesi inti yang akan datang.

Peserta kemudian dimobilisasi menuju aula atas untuk mengikuti sesi utama. Setelah semua berkumpul rapi, acara dibuka oleh MC dari seksi acara, memberikan pengantar yang memotivasi dan semangat untuk kegiatan yang akan berlangsung. Suasana aula mulai terasa lebih formal, namun tetap hangat dan interaktif.

Ibu Ary Kristanti, S.Pd., menyampaikan materi mengenai Koperasi Sekolah. Peserta dikenalkan dengan fungsi dan manfaat koperasi sebagai penyedia kebutuhan alat tulis dan perlengkapan sekolah lainnya. Selain itu, peserta juga diberi informasi tentang cara menjadi anggota dan berbagai keuntungan yang bisa didapatkan. Materi ini dirancang untuk mendorong siswa belajar mandiri, bertanggung jawab dalam mengelola kebutuhan, serta memahami nilai-nilai ekonomi kerakyatan.

Setelahnya, materi kurikulum disampaikan oleh Bapak Pipin Riyanto, M.Pd. Beliau menjelaskan secara komprehensif tentang sistem pembelajaran di SMAN 19 Surabaya, meliputi kegiatan intrakurikuler (kurikulum inti) dan ekstrakurikuler yang beragam. Penjelasan ini mencakup pembagian jurusan, sistem penilaian yang akan mereka hadapi, serta panduan cara mengikuti berbagai program akademik yang ditawarkan. Sesi ini sangat vital dalam membantu siswa baru memahami arah, tantangan, dan peluang belajar di jenjang SMA.

Di tengah padatnya agenda, sesi ice breaking yang penuh tawa dan interaksi hadir sebagai jeda menyegarkan. Permainan ringan dan interaktif dilakukan untuk mengurai ketegangan, membuat suasana kembali ceria, dan menjaga mood peserta tetap positif. Tawa dan semangat peserta kembali menyala, menunjukkan efektifitas ice breaking dalam menjaga fokus dan antusiasme.

Pemaparan terakhir di hari ketiga adalah pengenalan organisasi OSIS dan MPK di SMAN 19 Surabaya oleh Muhammad Rizky Arisandi. Materi ini menjelaskan struktur organisasi, program kerja yang telah dan akan dilaksanakan, serta peran penting siswa dalam aktif berkontribusi melalui organisasi sekolah. Peserta juga diajak dan termotivasi untuk aktif serta terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah melalui OSIS-MPK, dengan harapan mereka terinspirasi untuk menjadi bagian dari pengembangan SMAN 19 Surabaya.

Hari 4: Pameran Bakat, Refleksi, dan Apresiasi Puncak

Hari keempat sekaligus hari terakhir MPLS dimulai dengan presensi dan mobilisasi tertib menuju lapangan SMAN 19 Surabaya. Pendamping gugus dan tim keamanan memastikan seluruh peserta tiba di lokasi utama untuk demo ekstrakurikuler pagi ini. Lapangan menjadi panggung megah bagi beragam talenta siswa.

Peserta disuguhkan penampilan memukau dari berbagai ekstrakurikuler sekolah, seperti seni (musik, tari tradisional/modern), olahraga (basket, futsal, pencak silat), dan organisasi (PMR, Pramuka, KIR). Kegiatan ini memberikan gambaran langsung tentang beragam aktivitas positif yang bisa diikuti siswa selama masa sekolah. Selain penampilan yang energik, tersedia juga booth ekstrakurikuler yang bisa dikunjungi untuk sesi tanya-jawab lebih lanjut dengan anggota dan pembina. Demo ini bertujuan mengenalkan beragam minat dan bakat yang bisa dikembangkan di SMAN 19 Surabaya, sekaligus memfasilitasi siswa baru dalam menemukan passion mereka.

Puncak penutupan MPLS adalah APSI atau Apresiasi Seni, sebuah panggung bagi siswa untuk menampilkan bakat terpendam mereka. Acara ini menampilkan beragam seni musik, tari, dan penampilan kreatif lainnya yang mencerminkan kekayaan potensi siswa SMAN 19 Surabaya. Selain menjadi hiburan yang menghibur, APSI juga menjadi inspirasi bagi peserta baru untuk berani tampil, mengekspresikan diri, dan mengembangkan bakat mereka di lingkungan sekolah yang suportif. MC dan panitia bekerja keras mengatur acara ini agar berjalan rapi dan meninggalkan kesan mendalam.

Di aula atas, setelah seluruh kemeriahan, peserta mengikuti sesi refleksi materi. Sesi ini menjadi momen penting untuk membahas kembali pelajaran, nilai-nilai, dan pengalaman yang telah mereka dapatkan selama MPLS. Ini juga memberikan ruang evaluasi, baik bagi peserta untuk menyerap pelajaran, maupun bagi panitia untuk perbaikan di masa mendatang. Acara kemudian dilanjutkan dengan awarding MPLS 3.2, di mana gugus-gugus terbaik, peserta paling aktif, dan kategori-kategori lainnya diumumkan. Suasana penuh antusiasme dan sorak sorai menyambut para pemenang, menjadi penutup yang mengapresiasi kerja keras dan partisipasi semua pihak.

MPLS di SMAN 19 Surabaya bukan sekadar program pengenalan rutin, melainkan sebuah gerbang awal yang holistik dan komprehensif. Program ini telah berhasil menciptakan pengalaman yang hangat, edukatif, dan inspiratif bagi siswa baru, membekali mereka dengan pengetahuan, keterampilan, dan semangat kebersamaan untuk menjadi bagian integral dan berprestasi dari keluarga besar SMAN 19 Surabaya.

Semoga semangat kebersamaan dan pembelajaran yang telah terbentuk selama MPLS ini akan terus membara, memacu setiap siswa baru untuk mengukir prestasi, mengembangkan potensi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai SMAN 19 Surabaya: Berprestasi, Berakhlak Terpuji. Selamat datang di SMAN 19 Surabaya, mari bersama kita ciptakan masa depan yang gemilang!

Pewarta : Dhinda Cahyani Febrine XII-4 dan Rilia Apsari XII-7
Editor : Rizaldy Rizky P