日本文化紹介: Mengenal lebih dalam tentang budaya Jepang di SMAN 19 Surabaya
SURABAYA, 16 April 2026 – Semangat literasi budaya melintasi batas negara hadir di tengah-tengah keluarga besar SMAN 19 Surabaya. Melalui kolaborasi apik antara guru bahasa Jepang, Bapak Andhika Wahyu Nugraha, S.Pd., dengan delegasi Native Japan, sekolah kedatangan 7 orang tamu dari Jepang untuk berbagi ilmu dan kebudayaan secara langsung kepada para siswa.

Kegiatan ini secara resmi dibuka dengan sambutan hangat dari Ibu Kepala SMA Negeri 19 Surabaya, yang dilanjutkan dengan perkenalan para Sensei yang akan menjadi mentor budaya selama kegiatan berlangsung.
Harmoni Musik dan Inovasi Busana Ecoprint
Sebelum memasuki materi inti, para tamu disambut dengan dua penampilan luar biasa yang menunjukkan kreativitas siswa SMAN 19:
- Marching Band SYMPHONY AREK SMANEXIX: Memberikan sambutan megah dengan dentuman musik yang penuh energi di lapangan sekolah.
- Fashion Show PKWU (Ecoprint): Siswa kelas XI di bawah bimbingan Ibu Fitria Ningsih, S.Pd., memamerkan busana hasil karya mereka sendiri. Uniknya, busana ini menggunakan teknik Ecoprint, di mana motif kain dihasilkan dari dedaunan alami—sebuah proses panjang yang menggabungkan kesabaran, seni, dan kepedulian lingkungan.
Workshop Budaya: Dari Etika Hingga Ketangkasan

Para siswa, atau yang akrab disapa Arek-Arek Songolas, berkesempatan mengikuti tiga materi utama yang dipandu langsung oleh para Sensei:
1. Tata Krama: Ojigi (お辞儀) dan Seiza (正座)
Dipandu oleh Rika Haruta Sensei dan Yuko Tachikawa Sensei, materi ini mengajarkan filosofi di balik kesantunan orang Jepang.

- Ojigi: Praktik membungkukkan badan sebagai bentuk penghormatan.
- Seiza: Teknik duduk bersimpuh yang benar di atas Tatami (tikar khas Jepang).
Siswa diajak untuk mempraktikkan langsung posisi duduk dan cara memberi hormat yang presisi, menciptakan suasana kelas yang khidmat layaknya di Negeri Sakura.
2. Permainan Tradisional: Kamizumo (紙相撲)
Bersama Kana Toda Sensei dan Yuka Tanaka Sensei, siswa diperkenalkan dengan “Sumo Kertas”. Permainan ini melibatkan dua boneka kertas yang diletakkan di atas alas yang digetarkan dengan cara ditepuk-tepuk hingga salah satu boneka jatuh atau keluar arena. Keseruan pecah saat para siswa mencoba beradu strategi dan ketepatan getaran dalam permainan ini.
3. Uji Ketangkasan: Kendama (剣玉)
Materi terakhir dibawakan oleh Genya Oohata Sensei. Kendama adalah permainan kayu yang menguji keseimbangan dan koordinasi antara tangan dan mata. Siswa ditantang untuk menangkap bola kayu (tama) ke dalam cawan atau ujung tongkat (ken). Meskipun terlihat sederhana, permainan ini membutuhkan konsentrasi tinggi yang memancing antusiasme besar dari para siswa.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa, tetapi juga memperluas cakrawala budaya para siswa SMAN 19 Surabaya, menumbuhkan rasa saling menghargai antarbudaya, dan memberikan inspirasi global di lingkungan sekolah.

Budaya Jepang, Semangat Songolas!