Saatnya Kreatif dan Kurangi Penggunaan Botol Plastik

 

Persoalan sampah plastik merupakan masalah utama diperkotaan. Sampah plastik yang berlebih dan kurangnya kepedulian siswa terhadap lingkungan membuat sampah plastik bertebaran di lingkungan SMA Negeri 19 Surabaya. Lingkungan yang bebas sampah plastik tampaknya menjadi suatu impian bagi ECONEXIX yang merupakan suatu komunitas siswa SMAN 19 Surabaya dalam kegiatan ekstrakurikuler yang berbasis lingkungan. Hal ini dibuktikan melalui program pembentukan kader lingkungan dan Bank Sampah yang aktif dilakukan setiap hari rabu di jam istirahat. Kader lingkungan diwakilkan oleh siswa dari setiap kelas 10, 11 dan 12. Setiap kader membantu mengkordinasikan ke teman sekelasnya dan berkampanye untuk mengurangi penggunaan botol plastik.

Menurut Sarah yang merupakan penanggung jawab Bank Sampah menyatakan bahwa keberhasilan program Bank Sampah bergantung pada sedikitnya botol yang disetorkan ke Bank Sampah oleh tiap kader, hal tersebut diasumsikan jika jumlah botol yang terkumpul sedikit maka kampanye yang dilakukan oleh kader lingkungan dari tiap kelas telah berhasil dan siswa mampu menerapkan pengurangan penggunaan botol plastik.

Berdasarkan data Bank Sampah 2016 diperoleh sampah botol ± 1,5 kwintal. Fakta yang mengejutkan, namun tidak bagi bagi beberapa siswa yang tergabung dalam ECONEXIX justru sampah botol plastik dijadikan sebagai barang yang bermanfaat contohnya gantungan kunci. Dengan sedikit kreatifitas mulai dari botol plastik hingga tutup botol mereka sulap menjadi kerajinan tangan. Kerajinan tangan yang dihasilkan akan dijual ke teman, guru dan dipasarkan melalui sosial media.

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *