Revolusi Pembelajaran Holistik: SMAN 19 Surabaya Tingkatkan Kualitas Pendidik dengan Pendekatan Mendalam dan Platform Digital

Surabaya, 8 Juli 2025 – SMAN 19 Surabaya menegaskan kembali komitmennya dalam mencetak generasi unggul melalui sebuah pelatihan intensif yang berfokus pada Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan pemanfaatan platform Quipper School. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa ini, menjadi momentum krusial bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan SMAN 19 Surabaya untuk memperkaya wawasan dan keterampilan mereka. Hadir sebagai narasumber inspiratif adalah Bapak Dr. Kiswanto, S.Pd., M.Pd. (Kepala Cabang Dinas Sidoarjo), Bapak Dr. Rufi’i, ST., S.Si., M.Pd. (Ketua Komite Sekolah), Bapak Kompol Yuyus Andriastanto, S.H., M.H. (Kapolsek Kenjeran), serta Bapak Drs. Hari Indarjoko, M.Pd. (Pengawas Pendidikan Sekolah).

Kepala Sekolah: Tantangan Pendidikan Adalah Peluang Sinergi

Ibu Agustina Pertiwiningrum, M.Pd., Kepala SMAN 19 Surabaya, membuka acara dengan refleksi mendalam mengenai dinamika pendidikan. Beliau menyoroti bahwa permasalahan yang muncul di dunia pendidikan seringkali tidak murni berasal dari lingkungan sekolah, melainkan banyak dipengaruhi oleh latar belakang keluarga dan lingkungan tempat tinggal siswa. Hal ini, menurut beliau, secara langsung berdampak pada proses belajar mengajar di SMAN 19 Surabaya.

“Alhamdulillah, berbagai program telah kami jalankan sejalan dengan semangat kegiatan ini,” ungkap Ibu Agustina. “Tugas kita memang berat, namun jika dipikul bersama, akan terasa ringan dan menyenangkan. Untuk itulah, kami bersinergi dengan berbagai pihak seperti Polres, BNN, Universitas Airlangga, Puskesmas, dan lain-lain, dalam menghadapi tantangan yang ada.” Beliau bersyukur melihat perubahan positif di mana siswa mulai nyaman dan mencintai lingkungan sekolah. Ibu Agustina memandang setiap tantangan sebagai peluang untuk menjadi lebih dewasa dan kuat, serta menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang tak henti-hentinya diterima.

Membangun Pendidik Era Digital: Pentingnya Adaptasi dan AI

Selaras dengan visi Ibu Kepala Sekolah, Ketua Komite Sekolah, Bapak Dr. Rufi’i, ST., S.Si., M.Pd., menekankan pentingnya guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya dalam memahami dan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI). “Kita harus mampu menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kondisi saat ini,” tegasnya, menyoroti peran AI sebagai alat bantu yang tidak bisa diabaikan.

Fondasi Guru Profesional: Hati, Logika, dan Kerja Keras

Puncak inspirasi datang dari Kepala Cabang Dinas Sidoarjo, Bapak Dr. Kiswanto, S.Pd., M.Pd. Berdasarkan pengalamannya menulis buku tentang manajemen diri, beliau menggarisbawahi tiga pilar utama yang harus dikelola oleh seorang pendidik:

  1. Heart (Hati): Guru adalah pendidik profesional, bukan sekadar pengajar. Beliau menegaskan bahwa mendidik berangkat dari hati, dengan kesabaran sebagai kuncinya. “Tidak ada anak nakal, mereka hanya butuh perhatian dan arahan untuk mencari jati diri,” jelas beliau, menekankan pentingnya pendekatan emosional.
  2. Head (Logika): Pola pikir yang positif menjadi fondasi kesehatan mental dan keberlanjutan. “Jatuh itu tidak mengeluh, itu insyaallah sehat,” pesannya. Beliau mengajak guru untuk senantiasa belajar sepanjang hayat dan mengikuti perkembangan zaman, karena kebenaran dalam mendidik akan lebih mudah diterima jika disampaikan dari dasar hingga penalaran logis.
  3. Hand (Tangan): Simbol kerja keras dan dedikasi. “Tidak ada keringat kita yang tidak terbalas,” motivasinya. Beliau mengajak para guru untuk meniatkan pekerjaan sebagai ibadah dan melakukan yang terbaik setiap hari, menghadapi fenomena “generasi stroberi” dengan ketangguhan.

Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Quipper School

Sesi selanjutnya, Bapak Drs. Hari Indarjoko, M.Pd., Pengawas Pendidikan Sekolah, memaparkan strategi Penyiapan Materi Pembelajaran Mendalam. Fokusnya adalah bagaimana guru sebagai pendidik dapat memiliki mindset yang baik tertuama Growing Mindset (Pola Pikir Bertumbuh) yang akan mendukung perkembangan mindset murid agar lebih mudah menerima konsep konsep pembelajaran mendalam.

Terakhir, tim Quipper School memberikan penjelasan teknis tentang fitur-fitur Learning Management System (LMS) mereka. Platform ini akan menjadi pendamping dalam proses pembelajaran siswa SMAN 19 Surabaya di tahun ajaran mendatang, diharapkan dapat memfasilitasi pembelajaran yang lebih interaktif, adaptif, dan modern.

Pelatihan hari ini merupakan investasi strategis SMAN 19 Surabaya dalam membentuk pendidik yang adaptif, inspiratif, dan berdaya saing. Dengan fondasi hati, logika, dan kerja keras, ditambah pemanfaatan teknologi, SMAN 19 Surabaya optimis dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental dan berakhlak mulia. Semoga semangat pembelajaran berkelanjutan ini terus membara di SMAN 19 Surabaya, menjadikan setiap pendidik agen perubahan yang mampu membimbing murid meraih masa depan gemilang, sejalan dengan visi menciptakan generasi yang Berprestasi dan Berakhlak Terpuji.