Awal Pekan Penuh Inspirasi: SMAN 19 Surabaya Sambut Upacara dan Kunjungan Edukasi dari Jepang

Surabaya, 8 September 2025 — Setelah satu minggu menjalani pembelajaran daring, seluruh siswa SMA Negeri 19 Surabaya kembali memulai aktivitas belajar tatap muka pada Senin pagi ini dengan semangat baru. Hari itu terasa istimewa, diawali dengan upacara bendera yang memberikan pesan penting tentang keselamatan, lalu dilanjutkan dengan kunjungan edukatif dari tamu internasional yang membawa wawasan global.


Amanat Kasatlantas: Keselamatan sebagai Gaya Hidup

Upacara bendera kali ini dibina langsung oleh Kasatlantas Polres Tanjung Perak. Dalam amanatnya, beliau tidak hanya berpesan, tetapi juga mengajak seluruh siswa untuk menjadikan keselamatan berkendara sebagai prioritas utama. Beliau menegaskan bahwa kelengkapan diri, terutama pemakaian helm, adalah hal yang tidak bisa ditawar.

“Keselamatan bukan hanya tentang aturan, melainkan tentang menghargai nyawa kita sendiri dan orang lain,” ujar beliau. Sebagai wujud apresiasi dan edukasi, Polres Tanjung Perak juga membagikan beberapa helm secara cuma-cuma kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan kuis seputar peraturan lalu lintas. Momen ini berhasil menciptakan suasana interaktif yang hangat, sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya tertib berkendara sejak dini.

Wawasan Global dari Negeri Sakura

Usai upacara, SMAN 19 Surabaya mendapat kunjungan istimewa dari dua mahasiswa Jepang, Naoto dan Shizu, dari Shibaura Institute of Technology. Kunjungan ini merupakan bagian dari tugas observasi mereka di beberapa sekolah di Surabaya, bekerja sama dengan mahasiswa Jurusan Arsitektur ITS.

Kedatangan mereka menjadi jembatan bagi para siswa untuk melihat langsung kemajuan teknologi dan inovasi yang diterapkan di Jepang. Dalam sesi sharing, Naoto dan Shizu menjelaskan berbagai konsep mutakhir, seperti green building dan energy transition yang menjadi fokus pembangunan berkelanjutan di negara mereka. Mereka juga berbagi wawasan menarik tentang pemerataan pembangunan dan penggunaan motion sensor light untuk efisiensi energi. Penjelasan ini memberikan inspirasi baru bagi para siswa tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Tak hanya itu, mereka juga memperkenalkan landmark ikonik Jepang seperti Tokyo Tower dan Skytree, lengkap dengan cerita dan keunikan di baliknya. Sesi ini membuat para siswa seolah-olah diajak berkeliling Jepang dan memicu rasa ingin tahu yang besar.

Kuis dan Origami: Jembatan Antarbudaya

Kunjungan ini tidak hanya berfokus pada sisi ilmiah, tetapi juga menjadi ajang pengenalan budaya yang interaktif. Para siswa SMAN 19 Surabaya sangat antusias dalam kuis seputar budaya Jepang, mulai dari kuliner, tradisi, hingga komik dan anime. Suasana makin meriah saat mereka diajarkan cara membuat origami sederhana. Setiap lipatan kertas yang terbentuk menjadi simbol terjalinnya hubungan dan persahabatan antarbudaya.

Kunjungan ini menunjukkan bahwa proses belajar tidak terbatas pada ruang kelas. Momen ini menjadi pengalaman tak terlupakan yang tidak hanya memperluas wawasan para siswa tentang teknologi dan budaya, tetapi juga mempererat hubungan antarkultur antara jepang dan indonesia.