Bersatu, Berdaulat, Indonesia Maju: Semangat Upacara Hut RI ke – 80 di SMAN 19 Surabaya
Surabaya, 17 Agustus 2025 – Dengan penuh kekhidmatan, SMAN 19 Surabaya melaksanakan Upacara Bendera pada Minggu pagi, 17 Agustus 2025, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara ini tidak hanya menjadi ritual tahunan, melainkan sebuah momen refleksi dan pembakar semangat kebangsaan bagi seluruh civitas akademika.

Pada kesempatan ini, amanat dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dibacakan oleh Pembina Upacara, Bapak Pipin Riyanto, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Waka Kurikulum. Amanat ini menjadi pesan utama yang disampaikan kepada para siswa dan guru.
Mengenang Jasa Pahlawan dan Memahami Makna Kemerdekaan
Amanat tersebut diawali dengan seruan untuk merenungkan makna kemerdekaan. Disampaikan bahwa proklamasi yang dikumandangkan pada 17 Agustus 1945 merupakan puncak perjuangan panjang bangsa Indonesia. Kemerdekaan ini bukanlah hadiah, melainkan hasil dari pengorbanan para pahlawan yang telah rela kehilangan segalanya demi tanah air tercinta. Dengan segala kerendahan hati, Bapak Pipin mengajak seluruh peserta upacara untuk menundukkan kepala sejenak, mengenang jasa mereka , dan memastikan semangat juang tersebut tetap hidup dalam dada setiap anak bangsa.

Panggilan untuk Bersatu dan Berdaulat
Selanjutnya, amanat tersebut menguraikan tema peringatan HUT RI ke-80, yaitu
“Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Tema ini adalah sebuah panggilan untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya , serta menjaga kedaulatan bangsa dari derasnya arus globalisasi dan revolusi digital. Disampaikan bahwa di era serba terkoneksi ini, tantangan seperti disinformasi dan kesenjangan digital dapat mengancam persatuan. Namun, sejarah telah mengajarkan bahwa bangsa yang bersatu tidak akan runtuh oleh badai sebesar apa pun, karena dari perbedaanlah kekuatan berasal.

Generasi Muda: Pelopor Perjuangan Baru
Pesan paling krusial dalam amanat ini ditujukan kepada generasi muda Indonesia sebagai “penerus estafet perjuangan”. Bapak Pipin menegaskan bahwa bangsa ini membutuhkan mereka untuk memperjuangkan kembali kemerdekaan dalam bentuk yang baru. Para pelajar didorong untuk menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks, menolak intoleransi, menjaga etika di ruang digital, dan menciptakan karya yang membanggakan. Teknologi, menurut amanat tersebut, harus digunakan untuk menyatukan, bukan untuk memecah, serta untuk menulis babak baru Indonesia yang lebih gemilang.

Menutup dengan Semangat Nyata
Sebagai penutup, amanat tersebut mengajak seluruh pihak untuk bergandengan tangan, merayakan perbedaan sebagai kekayaan , dan saling menguatkan demi cita-cita bersama. Upacara diakhiri dengan ajakan untuk menjaga semangat kemerdekaan dengan tindakan nyata, kerja keras, dedikasi, dan cinta tanah air yang tak pernah padam. Hal ini semua dilakukan demi mewujudkan Indonesia yang bersatu, berdaulat, sejahtera, dan maju.
