SOSIALISASI PROGRAM SEKOLAH KEPADA ORANGTUA/WALI MURID KELAS X,XI,XII

SOSIALISASI PROGRAM SEKOLAH

Pertemuan orang tua/wali kelas X,XI dan XII dilaksanakan pada hari Rabu – Kamis tanggal 16 – 17 September 2020 di aula atas SMA Negeri 19 Surabaya. Mengingat saat ini masih dalam masa pandemi COVID-19, maka pertemuan orangtua/wali peserta didik terjadwal sebagai berikut:

 

Hari Rabu, tangggal 16 September 2020

  • Sesi 1 : pukul 07.30 – 09.30 WIB untuk Kelas X MIPA 1,2,3,4,5,6
  • Sesi 2 : pukul 10.00 – 12.00 WIB untuk Kelas X MIPA 7,8, dan X IPS 1,2,3,4
  • Sesi 3 : pukul 13.00 – 14.30 WIB untuk Kelas XI IPA 1, 2, 3, 4, 5, 6

Hari Kamis, tangggal 17 September 2020

  • Sesi 1 : pukul 07.30 – 09.30 WIB untuk Kelas XI MIPA 7, 8 ,  XI IPS 1,2,3, dan XI IPS Terbuka
  • Sesi 2 : pukul 10.00 – 12.00 WIB untuk Kelas XII MIPA 1, 2, 3, 4, 5, 6
  • Sesi 3 : pukul 13.00 – 14.30 WIB untuk Kelas XII IPA 7, 8, XII IPS 1, 2, 3, dan XII IPS Terbuka

Peserta kegiatan sosialisasi antara lain : Manajemen sekolah (Kepala Sekolah, Waka, guru), Pengurus Komite SMAN 19 Surabaya, Orangtua/wali peserta didik kelas X, XI, dan XII SMAN 19 Surabaya. Acara dibuka oleh sambutan dari Bapak Kepala SMAN 19 Surabaya Drs.Moh Zainuri,M.Si, dilanjut oleh pengurus komite. Materi sosialisasi meliputi : Sosialisasi Program Sekolah, Penyampaian laporan hasil perkembangan belajar peserta didik, Evaluasi pelaksanaan pembelajaran daring, Rencana pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka dan Musyawarah antara pengurus komite dengan orangtua/wali peserta didik.

A. SOSIALISASI PROGRAM SEKOLAH

Sosialisasi program sekolah, termasuk pemaparan secara umum sebagaimana yang tertuang di dalam RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah). Penyampaian/sosialisasi program sekolah kepada orangtua/wali siswa berjalan lancar dan orangtua/wali peserta didik memberikan dukungan penuh keterlaksanaan program sekolah.

  1. Dalam rangka mempermudah komunikasi dan memperlancar pencapaian program sekolah, orangtua siswa meminta agar dibentuk forum/group orangtua siswa pada setiap kelas
  2. Terkait program tambahan berupa program rintisan pengembangan entrepreneurship di sekolah, mendapatkan apresiasi yang bagus dari orangtua siswa. Komite dan orangtua siswa mendukung terhadap program tersebut
  3. Terhadap kekurangan anggaran biaya operasional pendidikan di SMAN 19 Surabaya, orangtua tidak keberatan memberikan bantuan dana partisipasi dengan tetap memperhatikan kondisi orangtua siswa yang mampu, menengah, dan tidak mampu

B. EVALUASI PEMBELAJARAN DARING

Permasalahan yang timbul selama pembelajaran daring, di mana siswa tidak/kurang aktif dalam pembelajaran daring, karena:

  1. kurangnya pemahaman tentang kewajiban mengikuti pembelajaran daring. Solusinya, ditegaskan kembali kepada orangtua siswa bahwa pembelajaran daring (absensi, proses, penugasan, PH/ulangan) adalah WAJIB , sebagai pengganti sistem pembelajaran tatap muka
  2. Siswa malas/kurang tanggung jawab. Solusinya, orangtua sanggup mengingatkan/mendampingi siswa
  3. Kurangnya perhatian/kepedulian dari orangtua/wali. Solusinya, orangtua diminta memberikan perhatian/kepedulian/pendampingan terhadap proses pembelajaran daring putra-putri mereka.
  4. Kendala perangkat/sarana ( Laptop/HP Android). Solusinya, orangtua berusaha memenuhi. Bila orangtua tidak mampu, maka sekolah membuka pintu seluas-luasnya untuk bagi siswa untuk belajar daring dengan menggunakan fasilitas sekolah, dengan syarat ADA IJIN TERTULIS DARI ORANGTUA/WALI SISWA agar anaknya diperbolehkan belajar daring di sekolah (atas permintaan orangtua)
  5. Kendala KUOTA INTERNET (Paket data internet). Solusinya:
    1. orangtua berusaha memenuhi. Bila orangtua tidak mampu, maka sekolah membuka pintu seluas-luasnya untuk bagi siswa untuk belajar daring dengan menggunakan fasilitas sekolah (computer dan Wifi sekolah), dengan syarat ADA IJIN TERTULIS DARI ORANGTUA agar anaknya diperbolehkan belajar daring di sekolah (atas permintaan orangtua).
    2. Siswa sudah mendapatkan bantuan berupa kartu perdana khusus untuk pembelajaran dari salah satu provider
    3. Siswa diusulkan mendapat bantuan kuota internet dari pemerintah (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan )

 

C.RENCANA SIMULASI PEMBELAJARAN TATAP MUKA

Dilaksanakan dalam rangka :

  1. Persiapan menghadapi adanya kebijakan pemerintah bila sewaktu-waktu dilaksanakannya pembelajaran tatap muka (luar jaringan). Dalam hal ini diperlukan perencanaan yang baik.
  2. Sekolah butuh menyiapkan model/bentuk pembelajaran bersama TATAP MUKA dan DARING
  3. Perlu ada kesepahaman antara guru dan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran bersama tatap muka dan daring.
  4. Perlu adanya pembiasaan penerapan protokol kesehatan di sekolah dalam pembelajaran bersama tatap muka.
  5. Perlu adanya komunikasi dan evaluasi secara langsung antara guru dan siswa terkait pembelajaran daring yang sudah dilaksanakan selama ini.

Hasil angket yang diberikan kepada orangtua siswa pada saat pertemuan : 80 % orangtua  baik kelas X, XI , dan XII menyatakan memberikan ijin bagi pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muk

D. MUSYAWARAH ANTARA KOMITE DAN ORANGTUA/WALI PESERTA DIDIK

Hasil musyawarah antara komite dan orangtua/wali siswa:

  1. Komite dan orangtua/wali siswa sepakat mendukung program SMA Negeri 19 Surabaya
  2. Orangtua memahami bahwa pembelajaran daring bersifat WAJIB
  3. Orangtua berusaha memenuhi kebutuhan siswa dalam proses pembelajaran daring
  4. Orangtua siswa diminta lebih memperhatikan dan mendampingi putra-putrinya dalam pembelajaran daring
  5. Terhadap rencana simulasi pembelajaran tatap muka, mayoritas (80 %) orangtua siswa mengijinkan, dengan catatan sekolah mempersiapkan dengan baik, bisa mengontrol siswa, dan tetap memperhatikan protokol kesehatan sebagaimana mestinya
  6. Komite dan Orangtua/wali siswa mendukung penuh program pengembangan ENTERPRENEURSHIP di SMA Negeri 19 Surabaya

E. PENYAMPAIAN LAPORAN HASIL BELAJAR SISWA

Secara umum berjalan lancar. Laporan hasil belajar dibagikan kepada orangtua/wali siswa dengan pemilahan:

  1. Bagi siswa yang aktif dalam pembelajaran daring dan tidak adalah permasalahan, laporan langsung dibagikan.
  2. Bagi siswa yang tidak/kurang aktif dalam pembelajaran daring dan masih adalah permasalahan, laporan dibagikan kepada orangtua/wali siswa dengan disertai diskusi/komunikasi dengan orangtua terkait permasalahan yang ada dan kemungkinan solusinya.
  3. Wali kelas melakukan inventarisasi permasalahan yang ada, selanjutnya dilakukan diskusi bersama oleh sekolah dalam rangka mencari solusi

Demikian sosialisasi program sekolah ini dilaksanakan, semoga dengan komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada anak didik terutama di masa pembelajaran jarak jauh ini.

 

 

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *